KU TINGGALKAN dia KARENA DIA
Dan untuk kesekian kali, aku kembali mengingat dia. Iya. Dia yang
pernah membuatku merasakan jatuh cinta. Jatuh cinta yang hanya ku pendam dalam
hati ini. Jatuh cinta kepada orang yang tidak mengenalku sama sekali. Namun aku
mengetahui sedikit tentang dia (sering kepoin sosmednya, hihihhi). Dan dia yang
pernah ku sebut namanya dalam doaku kepada Sang Khalik.
Sobat,,, apakah ada yang salah kalau aku merasakan perasaan ini
???
Ketika itu aku duduk
disemester 5 bangku perkuliahan. Me n Friends Ijo Lumpur mengambil mata kuliah
Persamaan Diferensial di semester 3. ( Jangan bertanya kenapa aku kembali ke
semeter 3 ). Teman dan sahabat adalah faktor yang kuat untuk alasan itu.
Tidak ku miliki alasan yang
lain. Namun Tuhan memiliki alasan yang indah untukku. Walaupun ini hanya sebuah
ketidaksengajaan. Tapi siapa yang berani menentang Takdir Tuhan.
Untuk pertama kali mata
kami beradu pandang dengan tidak sengaja. Dan ketika itulah hati ini berdesir
dengan dahsyatnya. Masya Allah,,, betapa aku mengagumi senyum dan lesung pipi
diwajah bersihnya. Dia ciptaan Tuhan, yang telah membuatku jatuh cinta pada
pandangan pertama kepada lawan jenis. Yang mereka sebut Fall In Love.
Ya,,, tiba-tiba ada rasa yang berbeda dalam hati ini. Betapa bahagia memiliki rasa ini. Dan selalu berharap bisa melihat dia setiap harinya. Entah ada jadwal kuliah yang sama atau hanya sekedar melihat dari kejauhan.
Sob... tidak ku bohongi hati ini, dulu aku pernah berharap, agar dia yang menjadi kekasih hatiku. Kekasih dunia wal akhirat yang halal.
Tapi malam ini... dengan Bismillah dan istighfar kepada-Nya, aku melupakan dia yang pernah membuatku beranggan panjang untuk bisa bersama dalam halal. Walaupun semua itu mungkin bagi-Nya. Namun ku tak ingin berharap kepada selain DIA.
"Allah... Maafkan rasa ini.
Allah... ku sterilkan hati
ini hanya Untuk-Mu"
Kutinggalkan dia karena DIA
Say Good Bye Cinta
Semu
Adelia
NB : izin share postingan diblog sebelah y. Hanya sebagai pengukuh untuk meluruskan niat. G ada maksud lain. Melupakan bukan berarti meniadakan, melupakan dengan penuh keikhlasan sebagai pelajaran dimasa depan.
Komentar
Posting Komentar