My weekend, Iam Happy

Minggu adalah hari libur nasional. Hari kumpul keluarga, jalan dg keluarga, teman, sahabat, atau pusing-pusing muter sendirian dan ada juga yg terpaksa harus kembali kekantor.

Apapun kegiatan yang dilakukan di hari minggu. Luangkan sejenak waktu untuk menikmati hidup.

Minggu kali ini, aku pergi ke gramedia. Lama sudah tak berada di hamparan buku. Membuatku merindu dengan aromanya yang khas.
Gramedia merupakan tempat pelarian ketika homesick menyerang. Huhuhu. #taragakrumah

Alhamdulillah kondisi gramedia di hari minggu ini lumayan rame, itu berarti sebahagian warga batam sudah sadar pentingnya sebuah buku, semoga menanam kan minat baca juga.


Kunjunganku ke gramedia kali ini, punya cerita tersendiri.
Pertama, banyak buku-buku baru yang inspirasi yang rasanya ingin ku miliki semuanya. #hasratserakahnyamulaikumat.
Kedua, novel trilogi BUMI by TereLiye "Matahari" sudah terbit. #Sudah pasti bakal dibeli. Hehehe

Singkat cerita, ketika hendak membayar kekasir, hari ini aku menghandalkan kartu debit yang standby di dalam dompet. Karena aku tidak sempat tarik tunai uang di ATM. Dan uang di dompetku hanya tersisa 43.000 rupiah.

Percakapan di kasir.

Kasir : selamat sore, ada kartu gramedianya bu.
Aku : g ada (lebih tepatnya g bawa)
Kasir : 97.000 rupiah
Aku : bayar pake debit ya, (sambil sodorkan kartu debit BNI.
Mba kasirny beraksi dengan kartu debit dan mesin edisinya. Tekan sana tekan sini, mba kasirnya minta aku memasukan pin.
Kasir : silahkan masukkan pinnya bu.
Aku : memasukkan pin yang ku ingat. (Kurasa aku memasukkan pin yang benar)
Mesin edisiny pun melakukan prosesnya. Dan ternyata pin yang ku masukkan salah.
Kasir : maaf bu, pinnya salah, diulang lagi ya bu.
Aku : kembali memasukkan pin untuk yang ke 2 kalinya.
Dan ternyata masih salah. (Sudah mulai malu) #koq pin atm sendiri bisa lupa, jangan2 atm pinjaman. (Otakku sudah bersuhudzon demikian, menatap mata mba kasir dan antrian disampingku.

Kasir : karena sudah melakukan 2 kali kesalahan, kita sarankan pake kartu yang lain ibu.
Aku : menyodorkan kartu ke2.
Kasir : kembali disibukkan dengan mesin edisinya. Silahkan masukkan pinnya ibu.
Aku : memasukkan pin yang diminta.
Kasir : maaf ibu, pinnya salah.
Aku : binggung, koq bisa salah lagi.
Kasir : pembayaran dengan tanda tangan bill aja y bu.
Aku : baiklah.

Alhamdulillah, pembayaran pun bisa dilakukan. Novelnya pun bisa ku bawa pulang. #untukbagianinisenangnya

Keluar dari gramedia, aku terus berpikir sambil berjalan menuju ATM Tunai. Untuk penarikan uang tunai. Agar aku bisa cari makan enak. Yuuup, makan adalah planning selanjutnya.
Kenapa pinnya salah ya.... ??? Sesampai di ATM Tunai, aku mencoba penarikan di ATM BNi terlebih dahulu. Ternyata transaksiku yang kulakukan gagal. Keterangan "ATM ini tidak bisa melakukan transaksi" aku g berpikir kalau itu di blokir. Masih penasaran aku mencoba satu kali lagi. Tapi kali ini keterangan yang keluar adalah "maaf kartu ada diblokir, silahkan hubungi bank terdekat kami" kurang lebih begitulah kata-kata yang bisa ku ingat.

Ga apa. Masih ada kartu ke 2, batinku. Dan aku pun melakukan transaksi dengan kartu berikutnya. Namun transaksi.juga gagal. Aku pun beralih ke mesin yang lain. Masih dengan kasus yang sama "atam ini tidak bisa melakukan transaksi".

Baiklah... mulai berpikir. Mau makan apa dengan uang 43.000 rupiah. Masih dengan penuh keyakinan akan ada keajaiban.

Aku keluar dari Mall yang satu (red, BCS Mall), menuju mall ke dua (Red, NagoyaHill). Dengan ke percayaan diri yang kuat, bahwa kartu kedua adalah penolongku. Sesampai di Nagoya Hill, aku langsung mencari atm, dengan harapan bisa tarik tunai.
Dan kali ini, aku benar-benar kecewa dan harus menerima kenyataan bahwa kedua kartu atmku di blokir lantaran salah memasukkan pin yang diminta. Huuuuft.

Ada rasa malu terbesit dihati ini. Untuk menutupi rasa itu, aku pun mencoba menghibur diri, dengan tetap muter-muter g jelas di Nagoya Hill. Keluar masuk kios, coba sana coba sini dagangan orang. #berlagakbaikbaiksaja.

Berjam-jam berdiri digramedia tadi, sebenarnya perutku sangatlah lapar, dan kerongkonganku haus. Sambil mengintip dan menghitung uang di dompet, aku pun memutuskan membeli Rotiboy. Cukup beli 1 aja yeee. Kemudian ke hypermart membeli minuman sesuai isi dompet. (Pucuk harum = 5.500)


Sijingga sudah menyembunyikan warnanya, itu pertanda pergantian senja ke malam. Yaaa... sudah waktunya pulang kerumah, istirahat.

Alhamdulillah, terimakasih Ya Allah untuk semua kejadian hari ini. Menjadi pengalaman dan pelajaran tersendiri.



Ini ceritaku apa ceritamu

Adelia


Nb : jangan lupa bawa uang lebih,, ketika keluar rumah.

Komentar